Virus Covid-19 bermutasi, akankah pengadaan vaksin saat ini tetap efektif?

Pandemi yang diakibatkan oleh virus covid 19 selama hampir satu tahun sangat meresakahkan dan membawa duka yang mendalam bagi berbagai pihak. Saat ini kita dapat sedikit bernapas lega karena pembuatan vaksin untuk menekan angka penularan telah berhasil dilakukan oleh sejumlah perusahaan farmasi. Indonesia dengan tujuan memutus mata rantai penularan covid-19 melakukan percepatan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Pemberian vaksin ini akan dilakukan secara gratis dan dapat diperoleh oleh seluruh masyarakat.

Melansir dari pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pemberian vaksin ini akan dilakukan bagi seluruh rakyak Indonesia yang berjumlah 181,5 juta orang. Vaksinasi akan dimulai pada januari 2021 dengan dibagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pemberikan vaksinasi dimulai pada januari 2020 hingga april 2021 yang akan diprioritaskan pada 1,3 juta tenaga kesehatan yang tersebar di 34 provinsi, 17,4 juta petugas pelayanan publik dan 21,5 juta lansia. Pada tahan kedua, pemberian vaksinasi akan diperuntukkan pada 63,9 juta masyarakat rentan yaitu masyarakat di daerah dengan resiko penularan tinggi dan 77,4 juta masyarakat lainnya yang diberikan sesuai pendekatan kluster dan ketersediaan vaksin. Tahap kedua ini rencananya akan dilakukan mulai April 2021 hingga Maret 2022 mendatang.

Menteri Kesehatan menjamin bahwa pemerintah indonesia bisa mengamankan ketersediaan vaksin bagi seluruh masyarakat indonesia. Saat ini jalur Indonesia memiliki lima jalur pengadaan vaksin dengan jumlah vaksin mencapai 400 juta dosis dan terus diupayakan untuk bertambah. Saat ini menkes telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan penyedia vaksin diantaranya melalui jalur pengadaan bilateral yaitu Sinovax, Novavax, AstraZeneca, BioNTech Pfizer. Sementara vaksin covid-19 multilateral akan bekerjasama dengan organisasi vaksin internasional COVAX/GAVI.

Sementara itu, beberapa diantara vaksin ini belum menyampaikan efikasinya terhadap virus corona. Tingkat efikasi menunjukkan kemanjuran atau keampuhan dari vaksin. Baru dua vaksin yang sudah menyampaikan efikasinya terhadao virus corona yaitu, AstraZeneca dan Pfizer. Astrazeneca telah menyelesaikan uji klinis fase 3 dengan mengklaim efikasinya 70 persen. Vaksin Pfizer mengklaim efikasi dari vaksin buatannya mencapai 90 persen. Pfizer ini merupakan vaksin yang berasal dari Amerika Serikat yang bekerja sama dengan BioNTech. Wraga Inggris telah menggunakan vaksin ini.

Kedua vaksin lainnya yaitu Sinovax dan Novavax masih dalam tahap uji klinis. Sinovax masih dalam uji klinis fase 3 yang baru akan berakhir pada Mei 2021. Vaksin ini dilakukan uji klinis di Indonesia (Bandung) dan Brazil. Karena akan segera dipakai di Indonesia, Badan Pengawas Obad dan Makanan (BPOM) Indonesia dikabarkan akan mengeluarkan izin penggunaan darurat yaitu Emergency Use Authorization (EUA) menggunakan laporan tim uji klinis. Novavax yang merupakan vaksin dari Kanada telah menyelesaikan penyuntikan dalam uji klinis tahap 3 di Amerika Serikat dan Meksiko. Novavax dapat memicu respon imun yang kuat usai disuntikkan namun belum ada laporan hasil efikasi dari vaksin ini.

Pembuatan vaksin ini didasarkan pada jenis virus covid-19 yang telah lama menyerang manusia. Namun saat ini virus covid-19 telah bermutasi dan dikabarkan semakin mudah menyerang manusia. Analisis awal dari varian mutasi virus corona baru telah diterbitkan, setidaknya terdapat 17 jenis mutasi terbaru. Salah satu jenisnya disebut N501Y yang dikenal sebagai “receptor-binding domain“. Selain itu, ada pula jenis lainnya seperti  A570D, D614G, P681H, T716I, S982A, dan D1118H. Diperkirakan varian mutasi virus corona tersebut muncul pada pasien di Inggris dan pertama kali terdeteksi pada bulan September. Dr Erik Volz dari Imperial College London mengatakan “Mutasi Covid-19 dari apa yang kita lihat sejauh ini berkembang sangat cepat, virus itu tumbuh lebih cepat daripada varian sebelumnya yang pernah ada.”

Kemudian bagaimana dengan keampuhan vaksin yang akan diberikan pada masyarakat saat ini? Apakah pengadaan vaksin saat ini tidak efektif mengingat virus covid-19 yang telah bermutasi?

Covid-19 yang bermutasi ini berkembang di eropa sementara Menteri Kesehatan Budi mengatakan bahwa sampai saat ini pemerintah belum mengetahui apakah varian virus yang telah bermutasi ini telah ada di Indonesia. Saat ini Kemenkes akan mengkoordinasikan sekitar 11-12 laboratorium di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi virus tersebut dengan menggunakan genome sequencing bersama Menristek Bambang Brodjonegoro.

Lebih lanjut Erlina Burhan, Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mengatakan bahwa rencana vaksinasi massal masih dapat dilakukan meskipun virus covid-19 saat ini telah bermutasi, karena vaksin covid-19 yang sudah ada saat ini masih cukup efektif mencegah penularan. Seperti prioritas pemberian vaksin yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, Erlina juga berpandangan sama bahwa guna memaksimalkan efektivitas vaksin yang jumlahnya masih terbatas, maka pengaturan vaksinasi harus dilakukan terutama ditujukan utamanya pada tenaga kesehatan hingga orang yang berisiko tinggi terpapar seperti orang tua atau orang dengan komorbid.  

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc, mengatakan bahwa “Mutasi memang ada, tapi sampai saat ini belum terlalu menyebabkan virus tersebut miliki sifat berbeda. Apalagi vaksin ini menghasilkan imunogenitas yang sama antara virus pertama maupun virus bermutasi.” Vaksin melatih sistem kekebalan untuk menyerang beberapa bagian virus yang berbeda, jadi meskipun bagian dari lonjakan telah bermutasi, vaksin tetap berfungsi. Namun, para pakar kesehatan merasa khawatir bila virus terus bermutasi. 

Sehingga langkah pemerintah dalam pengadaan vaksin memang sudah seharusnya dilakukan. Karena vaksin menjadi komoditas yang paling diperebutkan oleh seluruh negara di dunia. Menkes mengatakan bahwa saat ini komunikasi pada produsen vaksin terus dilakukan dengan intens, lebih lanjut beliau mengatakan, “Karena memang belum ada barangnya, kita harus siap-siap. Jadi asa isu kemanusiaan disini, itu sebabnya kita agresif mencari vaksin, meski vaksinnya belum terbukti kita sudah DP duluan. Kenapa? Karena nanti kita nggak kebagian.” Dikutip dari nasional.kontan.co.id.

Saat ini Indonesia telah menandatangani kontrak dengan empat jalur bilateral dan berhasil mendapatkan 125 juta dosis Sinovac, 130 juta dosis Novavax, 100 juta dosis AstraZeneca, dan 100 juta dosis Pfizer. Saat ini sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac telah tiba di Indonesia dan siap diberikan pada penerima tahap pertama. Sinovac merupakan vaksin virus corona buatan perusahaan farmasi asal China. “Akan ada 1,8 juta dosis vaksin virus corona lainnya yang akan tiba pada Januari 2021”, menurut Presiden Joko Widodo melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Menkes menyatakan bahwa setidaknya butuh waktu selama 3,5 tahun untuk dapat menyelesaikan proses vaksinasi Covid-19 di dunia. Akan dilakukan 2 kali penyuntikan sesuai dengan standar WHO sehingga membutuhkan sekitar 426 juta dosis vaksin. Kerjasama yang dilakukan dalam pengadaan vaksin ini akan sangat membantu dalam menciptakan herd immunity dan hal ini akan efektif jika kurva pandemi virus corona sudah melandai. Namun faktanya kurva kasus covid-19 di Indonesia masih terus naik. Oleh karena itu masyarakat seharusnya tetap mengikuti protokol kesehatan demi kebaikan bersama.

Referensi: 

halodoc.com. Diakses pada 2021. Ini 6 Fakta Mutasi Virus Corona Terbaru

suara.com. Diakses pada 2021. Virus Corona Bermutasi Benarkah Vaksin Covid-19 jadi Tak Berguna?

CNBC Indonesia. Diakses pada 2021. Virus Covid-19 Bermutasi Vaksin Diyakini Tetap Efektif

kompas.com. Diakses pada 2021. Tentang Mutasi D614G hingga Varian Baru Corona dari Inggris

Kompas.com. Diakses pada 2021. Vaksin Corona Sinovac Tiba Di Indonesia

CNBC Indonesia. Diakses pada 2021. Daftar Efikasi 4 Vaksin Corona yang Akan dipakai Di Indonesia

Kementerian Kesehatan. Diakses pada 2021. Dimulai Januari, Berikut jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Silahkan Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Avatar photo
Humas Vendor Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 1 =