Inovasi Aspal Plastik sebagai Strategi Pengadaan Berkelanjutan (Sustainable Procurement)

Menurut Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018, Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan Pengadaan Barang/Jasa Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang dibiayai oleh APBN/APBD yang prosesnya sejak identifikasi kebutuhan, sampai dengan serah terima hasil pekerjaan. Sedangkan Pengadaan Berkelanjutan adalah Pengadaan Barang/Jasa yang bertujuan untuk mencapai nilai manfaat yang menguntungkan secara ekonomis tidak hanya untuk Kementerian/ Lembaga/ Perangkat Daerah penggunanya tetapi juga untuk masyarakat, serta signifikan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam keseluruhan siklus penggunaannya.

Aspek pengadaan berkelanjutan terdiri atas:

  1. aspek ekonomi meliputi biaya produksi barang/jasa sepanjang usia barang/jasa tersebut;
  2. aspek sosial meliputi pemberdayaan usaha kecil, jaminan kondisi kerja yang adil, pemberdayaan komunitas/usaha lokal, kesetaraan, dan keberagaman; dan
  3. aspek lingkungan hidup meliputi pengurangan dampak negatif terhadap kesehatan, kualitas udara, kualitas tanah, kualitas air, dan menggunakan sumber daya alam sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Contoh Pengadaan berkelanjutan dilihat dari Aspek Lingkungan hidup, penerapan aspal plastik adalah bagian dari inovasi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR untuk mengurangi limbah plastik sejak 2017. Sampah plastik merupakan sampah non organik, yang sulit untuk di urai oleh mikro-organisme dan tidak mudah hancur selama 450-2000 tahun. Pengelolaannya tidak cukup hanya dibuang ke tempat pembuangan sampah namun perlu pengolahan lebih lanjut, salah satunya dengan menggunakan bahan sampah plastik sebagai campuran Aspal.

Berdasarkan data dari Penelitian Jenna Jambeck (2015) yang berjudul “Plastic waste inputs from land into the ocean” yang menyatakan potensi sampah plastik yang ada di lautan Indonesia mencapai 187,2 juta ton per tahun masuk ke laut. Hal ini tidak saja berdampak terhadap ekosistem laut tetapi juga memiliki dampak penurunan pariwisata terhadap wilayah yang lautnya kotor atau tercemar.

Penggunaan plastik yang tidak bertanggung jawab kembali lagi akan merugikan manusia. Beberapa contohnya, seperti sektor bisnis, dan kesehatan manusia serta hewan. Dilansir dari United Nations Environment Programme, sampah plastik menyebabkan kerugian finansial mencapai US$13 miliar untuk sektor kelautan.

Beberapa dampak negatif lainnya dari menumpuknya sampah plastik yang tidak dikelola yaitu sampah plastik mengancam kelestarian satwa liar. Sekarang ini, kehidupan satwa liar telah menyatu dengan sampah plastik. Mereka pun salah mengira plastik sebagai makanan mereka dan memberikannya kepada anak-anak mereka. Bahkan, sampah plastik pun telah mencemari daerah-daerah terpencil dari bumi. Di laut sendiri, sampah plastik telah melebih jumlah zooplankton dengan perbandingan 36:1.

Dilansir dari Biological Sciences, lebih dari 260 spesies, antara lain invertebrata, kura-kura, ikan, burung laut dan mamalia yang telah tercemar sampah plastik sehingga mereka mengalami gangguan makan dan pergerakan. Plastik pun mengancam reproduksi, laserasi (luka-luka pada kulit dan daging), bisul hingga kematian. Dan menurut Marine Pollution Buletin 2011 plastik yang mengontaminasi laut mencemari jaringan makanan di laut yang ada.

Sampah juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahan kimia yang keluar dari plastik ditemukan dalam darah dan jaringan tubuh dari hampir semua manusia hidup. Adapun, manusia yang terpapar oleh plastik berisiko lebih besar untuk mengalami kanker, cacat lahir, gangguan imunitas, gangguan endokrin dan penyakit berbahaya lainnya.

Dilansir dari Arizona State University Biodesign Institute, terdapat dua kelas bahan kimia yang berhubungan dengan kesehatan manusia, yaitu BPA (bisphenol-A) dan phthalates (aditif yang digunakan untuk menyintesis plastik).

Dilansir dari Scientific Reports 2013, ikan di dunia terpapar campuran polietilena dan bioakumulasi polutan kimia dari laut sehingga keracunan dan terjangkit berbagai penyakit. Nah bagaimana jika ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia dan disajikan di restoran atau rumah makan di pinggiran jalan?

Plastik dapat merusak air tanah di bumi. Di Indonesia terdapat ribuan tempat pembuangan sampah yang menggunung. Adapun, sampah-sampah plastik yang terkubur memiliki bahan kimia berbahaya yang mengalir keluar dan meresap hingga ke air tanah. Nantinya, air tersebut akan mengalir ke danau dan sungai. Dan menurut Biological Sciences, ada risiko jangka panjang dari kontaminasi tanah dan air oleh beberapa aditif dan pemecahan plastik, yaitu bisa mencemari alam secara berkesinambungan. Berdasarkan Biological Sciences, ada risiko jangka panjang dari kontaminasi tanah dan air oleh beberapa aditif dan pemecahan plastik, yaitu bisa mencemari alam secara berkesinambungan.

Pada video di atas kita bisa lihat bagaimana penggunaan sampah plastik  yang sangat mudah di aplikasikan dalam menambal lubang pada jalan beraspal.

Dalam penerapan aspal plastik tersebut, ada batas optimum yang harus diperhatikan saat mencampur aspal dengan plastik. Sehingga jika melewati batas optimal tersebut, maka aspal akan mudah getas atau mengalami keretakan. plastik sebagai campuran pada aspal dengan takaran yang sudah ditentukan yaitu Penambahan 6 persen limbah plastik terhadap berat aspal pada campuran akan meningkatkan stabilitas sebesar 40 persen dan lebih tahan terhadap deformasi serta retak lelah.

Berdasarkan penelitian Widi Wantoro dkk (Undip: 2013) penggunaan campuran Limbah Plastik dalam proses pengaspalan jalan memiliki Kekurangan dan Kelebihan yaitu:

Kelebihan:

  1. Kelelehan yang lebih kecil dengan adanya penambahan plastik tetapi masih berada diatas standar yang ditentukan oleh bina marga. Selain itu juga marshall quotient yang lebih besar daripada campuran aspal tanpa penambahan plastik. Hal ini menunjukan bahwa campuran lebih tahan terhadap deformasi plastis, gelombang (washboarding), alur (rutting) dan bleeding.
  2. Dapat mengurangi limbah plastik yang sukar terurai untuk dimanfaatkan sebagai filler pada campuran beraspal.
  3. Dapat mengurangi kebutuhan aspal.

Kekurangan

  1. Dengan penambahan plastik pada campuran beraspal, rongga dalam campuran (VIM) semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan campuran menjadi kurang rapat sehingga air dan udara mudah memasuki rongga-rongga dalam campuran yang menyebabkan aspal mudah teroksidasi sehingga menyebabkan lekatan antar butiran agregat berkurang sehingga terjadi pelepasan butiran (revelling) dan pengelupasan permukaan (stripping) pada lapis perkerasan.
  2. Menurunnya keawetan campuran, hal ini terlihat dari rongga yang terisi aspal yang semakin menurun, stabilitas marshall sisa yang semakin menurun serta rongga dalam campuran yang semakin meningkat yang menyebabkan campuran kurang rapat sehingga aspal mudah teroksidasi.
  3. Plastik harus dihaluskan terlebih dahulu dengan cara memanaskannya, kemudian dihaluskan dan diloloskan saringan no. 200 yang tentunya harus mengeluarkan biaya yang lebih.

Penulis merasa prihatin melihat jalanan yang mudah sekali berlubang lubang terutama saat musim hujan seperti sekarang, tidak jarang jalan raya pecah-pecah dan rusak bisa membahayakan bagi pengendara terutama jalanan yang tergenang air tidak kelihatan bagian mana yang dalam atau tidak hal ini bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Jalan aspal yang di tambal sulam oleh masyarakat hanya menggunakan campuran semen dan pasir seadanya. Pihak seperti Dinas PUPR diharapkan dapat mempertimbangkan dalam perbaikan Jalan ke depan nya, karena bagi masyarakat Jalan Raya merupakan penyambung roda kehidupan dan perekonomian bagi mereka.

Penerapan Strategi Pengadaan ini perlu kerjasama berbagai pihak terkait, karena tidak hanya melibatkan satu-dua instansi namun masyarakat juga bisa diajak untuk memilah sampah plastik di rumah tangga. Menurut Dr.Riant Nugroho (2012) kebijakan publik yang ideal adalah kebijakan publik yang membangun keunggulan bersaing dari setiap pribadi rakyat Indonesia, setiap keluarga, setiap organisasi (masyarakat maupun pemerintah), baik yang mencari laba maupun nirlaba.

Peran Kepemimpinan dalam Kebijakan Publik sangatlah penting karena mereka bertanggungjawab atas keefektifan organisasi, menjadi tempat berlindung dan merupakan inti integritas kelembagaan. sedemokrasi apapun formulasi kebijakan publik pada akhirnya yang memutuskan adalah pemimpin. The Leader make this happen. karena itu harus memiliki karakter, kredibilitas, nilai, keteladanan dan kemampuan memberi harapan. Jadi pemimpin yang pada akhirnya menentukan apakah suatu bangsa menjadi besar atau kerdil.

Demikian pula dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kebijakan-kebijakan yang diambil harus sesuai dengan tujuan dan kebijakan Pengadaan Barang Jasa pada Perpres 16/2018 salah satunya pada pasal 4 yaitu mendorong Pengadaan Berkelanjutan dan kebijakan Pengadaan Barang Jasa pada Perpres 16/2018 pasal 5 yaitu melaksanakan Pengadaan Berkelanjutan maka Pengadaan Barang/Jasa dilaksanakan dengan memperhatikan aspek berkelanjutan.

Semoga ini menjadi motivasi dalam mengembangkan kebijakan dan/atau penelitian untuk mengurangi dampak limbah plastik yang salah satu caranya adalah penerapan dalam pengadaan barang/jasa untuk bahan tambahan dalam pengaspalan jalan dan jembatan atau mungkin bisa juga di aplikasikan dalam sektor lainnya.

Silahkan Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Avatar photo
Humas Vendor Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

71 + = 75