Strategi Pengadaan Barang, Penetuan Harga, dan Display Barang pada Usaha Toko dan Kantin

Konsep strategi merupakan konsep yang perlu di mengerti dan dipahami serta diterapkan oleh setiap entrepreneur maupun oleh setiap manajer dalam segala bidang usaha. Sejak beberapa tahun yang lampau pengertian stategi makin banyak mendapatkan perhatian dan dibahas dalam literatur tentang manajemen, aneka artikel bermunculan sehubungan dengan pengertian strategi.

Secara etimoligi, strategi dapat diartikan sebagai langkah-langkah penting atau kebijakan pokok. Dalam beberapa kamus disebutkan bahwa penggunaan kata strategi biasa digunakan dalam kegiatan perang. Jika dalam kegiatan ekonomi secara umum maupun kegiatan pemasaran khususnya menggunakan juga istilah strategi, hal tersebut sangat beralasan karena urgensi dan kompleksitas pemasaran menentukan daya saing dan keberlangsungan suatu lembaga bisnis.

Definisi lain menyebutkan strategi adalah tindakan yang bersifat senantiasa meningkat (Incremental) dan terus menerus serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para manajer dimasa depan.

Selain itu strategi memiliki pengertian yang umum dan pengertian yang khusus. Pengertian secara umum, strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana suatu tujuan itu bisa tercapai.

Menurut Jonnes, sebagaimana dikutip oleh Winardi, Strategi merupakan suatu kelompok keputusan, tentang tujuan-tujuan apa yang ingin diupayakan pencapaiannya, tindakan-tindakan apa yang perlu dilakukan, dan bagaimana cara memanfaatkan sumber-sumber daya guna mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Penyusun strategi membantu sebuah organisasi mengumpulkan, menganalisis, serta mengorganisasi informasi. Mereka melacak kecenderungan-kecenderungan industri dan kompetitif, mengembangkan model peramalan dan analisis skenario, mengevaluasi kinerja perusahaan dan individual, mencari peluang-peluang pasar, mengedentifikasi ancaman terhadap bisnis dan mengembangkan rancangan aksi yang kreatif.

Sebuah strategi merupakan pola atau rencana yang mengintegerasi tujuan-tujuan pokok sebuah organisasi, kebijakan-kebijakan dan tahapan-tahapan kegiatan ke dalam suatu keseluruhan yang bersifat kohesif. Sebuah strategi yang dirumuskan dengan baik, membantu menata dan mengalokasikan sumber daya sebuah organisasi menjadi sebuah postur yang unik, serta bertahan, yang berlandaskan kompetensi-kompetensi internalnya relatif dan kekurangan-kekurangannya, perubahan-perubahan yang di antisipasi dalam lingkungan dan gerakan-gerakan yang ditimbulkan oleh oponen-oponen yang intelegen. Tujuan-tujuan strategi atau sasaran-sasaran menyatakan apa saja yang hendak di capai dan kapan hasil-hasil harus dilaksanakan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam penyusunan setrategi dalam sebuah organisasi ada beberapa tahapan sebagai berikut:
a. Menentukan tujuan yang ingin di capai.

b. Menentuka apa saja yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan yang di maksud.

c. Menentukan Siapa yang bertanggung jawab untuk merealisasikan setiap keputusan.

d. Menentukan kapan sebuah tujuan itu harus di capai.

e. Menentukan kapan sebuah keputusan akan di implementasikan.

 

George A. Stener (seorang ahli strategi), memberikan beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam proses penentuan target.
a. Suitablei (sesuai atau cocok) artinya tujuan sebaiknya mempunyai sumbangan yang berarti untuk menggerakkan perusahaan dalam arah yang benar.
b. Feasible dan achievable (layak dan dapat di capai) artinya tujuan benar-benar dapat di capai oleh suatu perusahaan dengan sumber daya yang tersedia.
c. Flexible artinya tujuan sebaiknya dimungkinkan untuk di modifikasi di masa yang akan datang jika keadaan mendesak.
d. Motivating (memotivasi) artinya tujuan yang baik dapat memotivasi karyawan untuk mencapainya.
e. Understandable (dapat di pahami) artinya tujuan sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah di mengerti,
f. Lingkage (terkait) artinya tujuan sebaiknya konsisten, mendukung misi perusahaan dan tersingkronisasi dengan masing-masing fungsi, seperti operation dan SDM.
g. Measurable (dapat di ukur) artinya tujuan sebaiknya jelas dan konkret menyatakan apa yang akan di capai dan kapan tujuan tersebut di capai sehingga memotivasi seluruh karyawan untuk mencapainya.

 

Pertama, analisis situasi mempertimbangkan analisis pasar dan pesaing, segmentasi pasar dan terus belajar tentang pasar. kedua, merancang strategi pemasaran yang memerlukan target pelanggan dan penempatan strategi, strategi pemasaran hubungan dan perencanaan untuk produk baru. Ketiga, program pengembangan pemasaran terdiri dari produk atau jasa, distribusi, harga, dan strategi promosi yang di rancang dan diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang ditargetkan. Keempat, implementasi stretegi dam manajemen melihat pada desain organisasi dan kontrol pemasaran.

Strategi Pemasaran merupakan alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang di masuki dan program pemasaran yang yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut dengan kombinasi dari strategi produk, harga, dan tempat/distribusi dalam mencapai tujuan pemasaran yang kemudian di kenal dengan “marketing mix” atau bauran pemasaran. Marketing mix juga sering di sebut dengan 4p (product, price, place, placement).

Dapat disimpulkan bahwa saluran distribusi adalah saluran yang dipakai produsen untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen, baik sampai berpindahnya hak (penguasaan) sampai dengan pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak kepemilikannya saja. Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Perantara tersebut dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu Pedagang perantara dan Agen perantara. Perbedaannya terletak pada aspek pemilikan serta proses negoisasi dalam pemindahan produk yang disalurkan tersebut.

Yang dimaksud pengadaan barang dalam penelitian ini adalah pembelian barang (purchaising) untuk di jual kembali. Menurut manulang pembelian (purchaising) di definisikan sebagai pembelian barang-barang yang di butuhkan perusahaan baik untuk dikonsumsi maupun untuk di jual kembali. Sedangkan Marom mendifinisikan pengadaan barang sebagai suatu usaha yang dilakukan manusia untuk menyampaikan barang kebutuhan yang telah di produksi oleh produsen kepada konsumen yang memerlukan dengan memperoleh jasa menurut harga.

Menurut Revino pembelian barang beintikan kegiiatan badan menyeluruh yang berfokus pada pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam arti sempit pembelian barang (purchasing) dilukiskan sebagai proses membeli. sedangkan dalam arti luas pembelian barang (purchasing) berfungsi dalam menentukan kebutuhan memilih pemasok, kedatangan sesuai waktu, harga, bentuk dan kondisi yang layak menerbitkan kontrak atau order dan memastikan pengiriman.

Nugroho Widjajanto mengatakan bahwa fungsi pengadaan barang sebenarnya berada di bawah atap fungsi logistik. Yang dimaksud dengan fungsi logistik adalah fungsi perencanaan dan pengendalian aliran fisik barang yang mengalir ke segenap bagian organisasi. Aliran fisik produk ini menyangkut barang-barang dagangan yang akan dijual kembali kepada perusahaan dagang ataupun bahan baku yang akan diolah menjadi barang jadi seperti pada perusahaan manufaktur.

Fungsi pembelian pada umumnya bertanggungjawab untuk:
a. Menentukan kuantitas barang yang akan dibeli secara tepat.
b. Menentukan waktu penerimaan barang yang tepat.
c. Menentukan rekanan pemasok barang yang tepat.

Kegiatan menentukan kuantitas dan saat penerimaan barang yang tepat merupakan kegiatan manajemen pengendalian persediaan.

Silahkan Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Avatar photo
Humas Vendor Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + = 9