Dua Mata Pisau Media Sosial dalam Produktivitas

Media sosial telah berkembang dari sekadar tempat untuk berekspresi, tetapi juga menjadi kehidupan kedua. Tidak hanya dapat bersosialisasi dan bekerja secara online yang memungkinkan setiap orang dapat berinteraksi satu sama lain didalam jaringan media sosial. Media sosial juga saat sekarang ini sangat populer dan sering digunakan seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube dan lain-lain. dari sumber “media sosial” itu sendiri. Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Menurut Chris Brogan pengertian media sosial adalah seperangkat alat komunikasi dan kolaborasi baru yang memungkinkan terjadinya berbagai jenis interaksi yang sebelumnya tidak tersedia bagi orang awam. Sedangkan M. Terry mendefinisikan media sosial adalah suatu media komunikasi dimana pengguna dapat mengisi kontennya secara bersama dan menggunakan teknologi penyiaran berbasis internet yang berbeda dari media cetak dan media siaran tradisional.

Beberapa fungsi Media Sosial yaitu:

  1. Memperluas interaksi sosial manusia dengan memanfaatkan teknologi internet dan website.
  2. Menciptakan komunikasi dialogis antara banyak audiens (many to many).
  3. Melakukan transformasi manusia yang dulunya pemakai isi pesan berubah menjadi pesan itu sendiri.
  4. Membangun personal branding bagi para pengusaha, artis, influencer ataupun tokoh masyarakat.
  5. Sebagai media komunikasi antara pengusaha ataupun tokoh masyarakat dengan para pengguna media sosial lainnya.
  6. mengikuti trend terbaru.
  7. Ajang menjalin pertemanan dan mencari jodoh.
  8. Promosi (pemasaran) bahkan sampai transaksi jual beli.
  9. Sebagai tempat untuk aktualisasi diri dan bakat.
  10. Membentuk komunitas yang memiliki minat yang sama.
  11. Media motivasi dan mencari inspirasi.

Jenis-Jenis Media Sosial

Saat ini ada banyak sekali jenis media sosial yang bisa kita temukan di internet. Selain jenis platformnya yang berbeda, jenis konten yang ada di dalam media sosial tersebut juga sangat beragam.

Berikut ini adalah beberapa jenis media sosial tersebut:

  1. Social Networks

Social Networks atau jejaring sosial merupakan jenis media sosial yang paling umum dikenal masyarakat dan paling banyak digunakan. Beberapa social network yang paling banyak digunakan saat ini;

  1. Komunitas Online (Forum)

Situs forum dan komunitas online umumnya dibangun oleh perorangan atau kelompok yang memiliki minat pada bidang tertentu. Para pengguna forum tersebut dapat melakukan diskusi, chatting, dan memposting tentang topik yang berhubungan dengan minat mereka.

Beberapa contoh komunitas online:

  • kaskus.co.id
  • ads.id
  • brainly.co.id
  • Dan lain-lain
  1. Situs Blog

Situs blog juga termasuk dalam kategori media sosial karena memungkinkan pemilik blog dan pembacanya untuk berinteraksi. Umumnya blog dibuat berdasarkan minat atau keahlian si pemilik blog dan konten di dalamnya dapat mempengaruhi banyak orang.

Beberapa contoh situs blog:

  • bloggerborneo.com
  • lpkn.id
  • mu714ra.blogspot.com
  • Dan lain-lain
  1. Social Bookmark

Ide awal dari situs social bookmark ini adalah sebagai wadah bagi para pengguna internet untuk menyimpan alamat website yang mereka sukai. Namun, belakangan ini pengguna situs social bookmark mulai berkurang karena situs ini banyak digunakan untuk kegiatan spam.

Beberapa contoh situs social bookmark yang populer:

  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Slashdot
  • scoop.it
  • Dan lain-lain

Internet World Stats pada tahun 2012 menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kedelapan yang menggunakan internet terbanyak dari seluruh negara di dunia (Hendra, 2014). Untuk data pengguna internet, riset mencatat sebanyak 4,66 miliar orang di seluruh dunia telah menggunakan internet hingga Januari 2021. Angka ini naik 316 juta atau 7,3 persen sejak Januari 2020. Penetrasi internet global saat ini mencapai 59,5 persen. Namun Covid-19 juga berperan penting dalam jumlah pengguna internet, yang memungkinkan angka sebenarnya justru jauh lebih tinggi.

Hasil penelitian We Are Social yang bekerja sama dengan Hootsuite menyatakan rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu tiga jam 23 menit per hari dalam melakukan aktivitas melalui media sosial. Menurut Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and ECommerce Use Around The World (30 Januari 2018), dari jumlah penduduk Indonesia 265,4 juta jiwa, pengguna aktif media sosial mencapai 130 juta (49%). Sebanyak 120 juta orang (45%) menggunakan gawai mobile, seperti smartphone, tablet untuk melakukan akses pada media sosial. Aktivitas daring media sosial via smartphone mencapai 37 persen. Bagi anda yang mempunyai bisnis online dan tidak ada waktu untuk mengelola media sosial bisnia anda melalui jasa pengelola media sosial bisa memudahkan anda.

Jejaring media sosial yang mendominasi terdiri dari WhatsApp, Facebook, Instagram, Line, dan lain-lain. Rata-rata trafik situs Facebook per bulan mencapai lebih 1 miliar juta pengunjung, dengan rata-rata menghabiskan waktu 12 menit 27 detik. Sejak 2004, Facebook menjadi sangat populer karena fitur interkoneksi dan komunikasinya yang mudah digunakan. Pada kuartal kedua tahun 2020, Facebook melaporkan bahwa Facebook memiliki lebih dari 2,7 miliar pengguna aktif bulanan. Total pengguna aktif Instagram Indonesia mencapai 53 juta, wanita (49%) dan pria (51%). Menurut penelitian “We Are Social 2020”, instagram sebagai media sosial dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan saat ini menjadi platform visual terbesar. Instagram adalah tempat untuk menyampaikan informasi melalui foto dan video kreatif. Menurut penelitian Sensor Tower pada kuartal kedua 2020, TikTok telah diunduh oleh lebih dari 300 juta pengguna pada kuartal pertama dan kedua tahun 2020.

Susunan posisi dominasi pengguna terbanyak secara berurutan menurut Kompas tahun 2018, pertama adalah YouTube (43%), kemudian Pengguna Facebook (41%), WhatsApp (40%), Instagram (38%), dan Line (33%). Secara global pengguna internet mencapai angka empat miliar, dan pengguna media sosial naik 13 persen year-on-year mencapai 3,196 miliar.

Peritel tradisional menghadapi masalah tantangan besar saat ini karena banyak pembeli generasi muda beralih ke belanja secara daring (Krbová & Pavelek, 2015). Menurut Shaw (2012), dalam lingkup pemasaran saat ini, perkembangan media sosial telah mengubah arus komunikasi dan memengaruhi komunikasi pemasaran.

Dengan pendekatan pemasaran inovatif, merek dan konsumen terhubung tanpa keterbatasan waktu, lokasi, dan fasilitas sarana komunikasi menggunakan pendekatan komunikasi dua arah, bukan satu arah seperti dalam komunikasi tradisional (Kim & Ko, 2012). Hasil penelitian Kozinets, Hemetsberger, & Schau (2008) dan Merz, Yi, & Vargo (2009) membuktikan bahwa munculnya komunikasi teknologi lanjutan telah mengubah sikap konsumen sebagai kontributor penurut dan menjadi salah satu konsumen pencetus ide yang aktif, seperti yang terlihat di media sosial. Untuk memudahkan mengelola medsos perusahaan atau bisnis anda, bisa menggunakan jasa pengelola media sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi pertumbuhan cepat dalam penggunaan media sosial sebagai sarana sosial untuk komunikasi, tercatat banyak sarana sosial digunakan, dengan catatan 19 juta pengguna (Kemp, 2015). Menurut Jack Ma (pendiri e-commerce Cina, Alibaba), dengan tegas mengatakan bahwa kegagalan dalam memanfaatkan sarana jejaring media sosial sebagai media untuk berinteraksi dengan konsumen dan rekan bisnis lain atau potensi prospek dapat menyebabkan perusahaan keluar dari industri sehingga kehilangan posisi di pasar (Barhemmati & Ahmad, 2015).

Phillips & Noble (2007) berpendapat dengan meningkatnya sarana media sosial, media masa tradisional menjadi kurang efektif dipergunakan sebagai alat pemasaran. Tak dapat dihindari, jejaring media sosial sangat menarik perhatian masyarakat umum akhir-akhir ini (Shafique, Anwar, & Bushra, 2010). Media sosial sudah terikat pada aktivitas masyarakat umum, karena jejaring sosial media dipergunakan sebagai alat komunikasi mengenai minat, karya, dan interaksi (Hussain, 2012; Husnain, Din, Hussain, & Ghayor, 2017). Terlepas dari pentingnya jejaringan media sosial dan dampaknya pada berbagai sektor perdagangan, sebagian besar penelitian sebelumnya fokus pada dampak jejaringan media sosial terhadap pendidikan dan pelatihan (Nawaz, Abbas, Javed, Mughal, & Nabeel, 2015; Arif & Kanwal, 2016; dan Hussain, 2012).

Dampak Negatif Penggunaan Media Sosial

  • Saat seseorang memikirkan representasi dirinya, mereka kehilangan diri mereka yang sebenarnya karena representasi online yang mereka tampilkan berbeda dari cara mereka berperilaku didunia nyata. Hal ini dapat mendorong terbentuknya citra diri yang negatif karena tidak menerima dirinya yang sebenarnya (Davis, 2012). Akibatnya, para peneliti menemukan fenomena yang berdampak pada remaja seperti “Facebook depression” yaitu tanda-tanda depresi yang muncul pada remaja yang terlalu banyak mengakses sosial media. Fenomena depresi tersebut disebabkan karena penerimaan dari orang lain sangat penting bagi dalam hidup remaja sehingga remaja selalu merasa profil dirinya di sosial media tidak cukup baik. (Irvine, 2010).
  • Menurunnya kesehatan, misalnya melihat layar Hp dengan kondisi kamar gelap dan sambil tiduran seperti kaum rebahan, maka ini akan membahayakan kesehatan mata. Terlebih jika anda terus menerus melakukan aktivitas tersebut hingga larut malam, selain akan mengganggu kesehatan mata, berat badan anda bisa saja naik. Hal tersebut pernah dikemukakan oleh para peneliti Nothwestern University, mereka menyatakan penggunaan smartphone saat di jam-jam tidur akan dapat menyebabkan obesitas karena paparan sinar biru dari smartphone dapat meningkatkan hormone ghrelin yang berfungsi memberi sinyal lapar pada tubuh seseorang.
  • Menurunkan daya ingat
  • Menjadikan sikap individualis dan acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar.
  • Banyaknya  terjadi cyber bullying. Cyber bullying merupakan bentuk kekerasan di internet yang dilakukan atau dialami oleh seseorang terutama anak-anak dan remaja. Umumnya cyber bullying dilakukan para remaja dimana pada usia-usia tersebut mereka membutuhkan pengakuan tentang keberadaan mereka.
  • Maraknya kejahatan yang berawal dari media sosial, seperti penculikan, pembunuhan dan pemerkosaan. Pembajakan media sosial, seringkali bisa digunakan untuk penipuan.
  • Menurunnya produktivitas kerja. Salah satu yang dapat memicu menurunnya produktivitas seseorang adalah ketika fokusnya tergantikan oleh hal-hal yang lain. Tentu penggunaan sosial media yang berlebih maka akan membuat anda enggan untuk melakukan hal-hal lain yang bermanfaat dan bisa anda lakukan. Bahkan bisa melalaikan kewajiban seperti belajar, bekerja maupun beribadah.
  • Selain menurunkan produktivitas bermain sosial media juga mampu menurunkan kreativitas.
  • Meningkatnya kabar hoaks dan palsu terutama dengan mudahnya menyebarkan melalui media sosial. sosial media juga memudahkan akses untuk menyebar informasi  berupa isu-isu negatif, pornografi dan lainnya. Terkait isu-isu negatif seperti hal-hal yang mengandung SARA tentu dapat menimbulkan perpecahan antar suku, ras dan agama.
  • Privacy kehidupan sosial menjadi santapan khalayak umum. mudahnya meluapkan perasaan dan meninggalkan komentar bahkan aib sendiri pun bisa di umbar.

Meningkatkan Produktivitas dengan cara:

Membantu Menyelesaikan Masalah

Google memang mengetahui banyak hal, tapi kamu pasti pernah mencoba mencari informasi tentang sesuatu dan tidak dapat menemukannya di Google. Nah, jika sudah begitu, media sosial dapat membantu kamu untuk menyelesaikan masalah tersebut, terutama jika kamu memiliki followers cukup banyak. Kamu bisa menanyakan tentang informasi yang sedang kamu butuhkan dengan posting di Facebook atau Twitter. Tunggulah selama beberapa menit, biasanya akan ada beberapa follower yang membantu kamu menjawab pertanyaan tersebut.

Menjangkau Perusahaan Tertentu

Media sosial menjadi salah satu platform marketing yang sangat efektif. Sudah tidak terhitung lagi jumlah perusahaan dan brand yang bergabung di media sosial. Lebih dari sekadar promosi, mereka dengan cerdas memanfaatkan media sosial untuk menampung segala jenis feedback dari para pelanggan.

Hal ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin. Twitter merupakan salah satu platform media sosial terbaik bagi kamu untuk berhubungan dengan perusahaan tertentu. Daripada harus menunggu lama di telepon, kamu bisa langsung menyampaikan aspirasi atau komplain ke perusahaan atau brand bersangkutan melalui media sosial mereka.

Bahkan mengetahui gempa maupun cuaca bisa mengetahui di twitter BMKG misalnya. Twitter sangat update dibandingkan semua platform.

Mencari Ide dan Inspirasi

Ide dan inspirasi bisa didapatkan dari mana saja. Media sosial adalah salah satu sumber terbaik yang bisa kamu coba. Misal, kamu sedang mencari ide konten untuk ditulis di blog kamu. Agar bisa dinikmati oleh banyak orang, tentu kamu harus menulis konten yang menarik atau istilah sekarang “viral”. Pembaca juga harus bisa menemukan apa yang mereka cari melalui konten kamu. Nah, kamu bisa mengetahui hal tersebut dari media sosial. Kini, mayoritas media sosial telah dilengkapi dengan fitur search yang memudahkan pencarian topik tertentu.

Menjalin Komunikasi dengan Pelanggan

Sebagai pelanggan, kamu sangat dimudahkan kehadiran media sosial dalam berkomunikasi dengan perusahaan atau brand tertentu, kan? Jika kamu punya bisnis, kamu juga bisa melakukan hal yang sama kepada pelanggan kamu. Buatlah akun media sosial untuk bisnis kamu agar para pelanggan bisa dengan mudah berkomunikasi dengan perusahaan. Tentunya kamu juga harus aktif mengelola akun media sosial tersebut ya. Selain merespon pertanyaan pelanggan, hal ini juga akan membantu kamu untuk mendapatkan insight dari pelanggan.

Membangun Networking Tanpa Batas

Bertahun-tahun lalu, networking banyak dilakukan secara tatap muka, baik bertemu secara langsung di restoran atau melalui sambungan telepon. Kini, sudah banyak networking yang terjadi secara online, baik melalui tweet atau email. Sebagai contoh, kamu sudah bisa menginisasi terjadinya networking dengan membalas tweet seseorang atau meninggalkan komentar pada salah satu tulisan mereka di blog.

Membuat seminar Online

Seminar online sekarang sering disebut webinar yang bisa dilakukan dengan aplikasi GoToWebinar, aplikasi zoom meeting atau melalui google meet. Seminar Online yang pertama kali dilakukan oleh Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada Desember tahun 2018 menggunakan aplikasi GoToWebinar, lalu kemudian diikuti oleh lembaga pelatihan lainnya di tahun berikutnya. Seminar seminar online yang di adakan oleh LPKN Misalnya Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tingkat Dasar bisa dilihat jadwalnya di website resmi LPKN.

Mendukung Riset

Saat ini jika hendak membuat riset kecil-kecilan dalam pembuatan makalah penelitian maupun riset besar kita bisa buat lembar kuesioner/survey dengan bantuan google form yang mudah di akses, karena tidak berbatas ruang sehingga sangat membantu dalam sebuah penulisan.

Menulis Minat

Saat kita menuliskan kompetensi/minat kita, atau pekerjaan kita, maka bisa jadi itu digunakan sebagai referensi atau cv online.

Mendapatkan Motivasi Hidup

Ketika merasakan perasaan down dan tertekan maka terkadang membuka youtube bukan hanya mencari hiburan seperti film atau menonton musik video tetapi juga bisa mencari influencer yang bisa meningkatkan motivasi hidup kita atau bisa juga mendengarkan ceramah agama yang menyejukkan hati sambil search ustadz favorit kita.

Meningkatkan Personal Branding

Dengan memposting kemampuan/bakat, minat, tulisan, serta prestasi yang kita miliki, maka di dalam bermedia sosial akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap personal branding yang kita buat. Misal seperti saya yang memiliki hobi baru dalam fotografi boleh deh dilihat di instagram saya @mu714ra

Jadi bisa penulis simpulkan dalam bermedia sosial kita bisa meningkatkan produktivitas, meningkatkan kemampuan/skill/kompetensi yang kita miliki namun bisa juga berdampak negatif jika kita gunakan secara berlebihan dan tidak pada tempatnya. Hal ini semua tergantung bagaimana kita menggunakan media sosial dan tujuan yang ingin dicapai.

Silahkan Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Avatar photo
Humas Vendor Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + = 5