MITIGASI RISIKO DEGRADASI MUTU BETON

Saat ini, Indonesia sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur. Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pembangunan infrastruktur menjadi prioritas karena dipandang mampu untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Selain itu, infrastruktur diharapkan dapat menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru serta penciptaan lapangan kerja. 3 megaproyek infrastruktur Jokowi yang berhasil selesai, yakni Mass Rapid Transit atau Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta yang diresmikan pada 24 Maret 2019, Jalan Tol Lampung-Palembang sepanjang 189 kilometer yang diresmikan pada November 2019, dan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated sepanjang 36,4 kilometer yang diresmikan Jokowi pada 12 Desember 2019. Pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan hingga periode kedua kepemimpinannya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dilansir dari Buletin Konstruksi Edisi 1 Tahun 2020, “Hingga 29 Januari 2020 tercatat sebanyak 3.086 paket senilai Rp 36,2 triliun telah dilakukan tender dini dari total 7.426 paket kontraktual senilai Rp 93,5 triliun yang ditender.”

Pada Tahun Anggaran 2021, terdapat 3.175 paket yang telah ditender dini sejak Oktober 2020 dengan nilai Rp 38,6 triliun, kemudian sebanyak 1.191 paket senilai Rp 14,6 triliun telah selesai proses tender pada 16 Januari 2021. Sedangkan 1.984 paket yang lain, dijadwalkan tender hingga akhir Februari 2021 dengan nilai Rp 24 triliun. Sisanya, sebanyak 1.553 paket senilai Rp 40 triliun, akan diselesaikan pada Maret 2021.

Menurut Kementrian Keuangan Republik Indonesia dalam situsnya https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/pemerintah-siapkan-anggaran-infrastruktur-rp417-8-triliun-untuk-tahun-2021/, “Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahun 2021 sebesar Rp 417,8 triliun. Adapun target output strategis 2021 untuk pelayanan dasar adalah pembangunan rumah susun dan rumah khusus sebesar 10.706 unit, bendungan sebanyak 53 unit dimana 43 unit sedang dibangun dan 10 bendungan baru. Kemudian, akses sanitasi dan persampahan untuk melayani 1.643.844 Kepala Keluarga (KK), jaringan irigasi dibangun sepanjang 600 km, yang direhabilitasi sepanjang 3.900 km, dan jaringan irigasi tanah sepanjang 100 km. Sedangkan untuk konektivitas akan dibangun jalan sepanjang 965,4 km, jembatan sepanjang 26,9km, jalur kereta api 446,56 kilometer spoor (km’sp), dan bandara 10 unit/lokasi. Untuk bidang energi dan ketenagalistrikan yaitu pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 120.776 Sambungan Rumah Tangga (SR), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop & PLTS Cold Storage sebesar 11,8 MegaWatt-peak (MWp). Untuk Teknologi Informasi (TI) akan dibangun Base Transceiver Station (BTS) di 5.053 lokasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta Palapa Ring di Indonesia bagian barat 40%, tengah 30%, dan timur 30%.”

 

Gambar 1. Target Output Strategis 2021 (Sumber: www.kemenkeu.go.id, 2020)

Data­-data di atas mencerminkan bahwa teknologi konstruksi di Indonesia pada kurun waktu terakhir berkembang sangat pesat. Maraknya pembangunan menjadikan material/bahan bangunan semakin mudah dijumpai di sekitar kita. Hal ini diakibatkan oleh keberadaan suatu konstruksi yang berkaitan erat dengan penggunaan material bangunan. Material bangunan itu sendiri merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu bangunan dan sebagai bahan penunjang konstruksi. Salah satu material yang sering digunakan adalah beton yang menjadi salah satu bagian dari konstruksi bangunan.

Apa itu beton?

Beton adalah materi bangunan yang paling banyak digunakan dalam suatu konstruksi. Saat ini, berbagai bangunan telah dibangun dengan menggunakan material dari beton. Dengan beton, dibangunlah fondasi. Dengan beton, berdirilah tiang penyangga bangunan atau yang dalam ilmu teknik sipil dikenal dengan sebutan kolom struktur. Dari beton pula terbangunlah tembok penahan, bendungan, jalan raya, sampai gedung pencakar langit.

Lalu, apa yang dimaksud dengan beton itu sendiri?

Menurut Wikipedia, “Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.”

Kata beton itu sendiri berasal dari bahasa Belanda, dengan kata yang sama. Dalam bahasa Inggris, beton disebut concrete yang berasal dari bahasa Latin yaitu concretus, yang berarti tumbuh bersama atau menggabungkan menjadi satu. Sedangkan dalam bahasa Jepang, digunakan kata kotau-zai, yang memiliki arti material-material seperti tulang, mungkin karena campuran agregat penyusun beton yang mirip dengan tulang-tulang hewan.

Beton merupakan material komposit yang rumit, meskipun dapat dibuat dengan mudah bahkan oleh mereka yang tidak memiliki keahlian dan kemampuan di bidang konstruksi. Namun, pembuatan beton yang tidak sesuai dengan standar mutu dapat berdampak pada kualitas, kekuatan, dan karakteristik dari beton itu sendiri. Di Indonesia sendiri, terdapat 2 istilah yang digunakan untuk menghitung kuat tekan beton, yaitu mutu beton K dalam satuan kg/cm² yang mengacu pada Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) 1971 N.1.-2 serta mutu beton fc yang merujuk pada peraturan baru SNI 03-2847-2002 dengan satuan megapascal (mpa).

Kualitas dari suatu konstruksi sangat dipengaruhi oleh kekuatan dari sebuah beton. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kuat tekan beton, diantaranya; kualitas semen, proporsi semen terhadap campuran, kekuatan dan kebersihan agregat, interaksi atau adhesi antara pasta semen dengan agregat, dan pencampuran yang cukup antara bahan-bahan pembentuk beton. Selain faktor kualitas dari bahan-bahan penyusun tersebut, prosedur pelaksanaan juga memiliki peran penting dalam pembuatan beton yang berkualitas. Penempatan beton serta proses pemadatan yang benar akan berdampak pada hasil kuat tekan beton yang maksimal. Faktor penentu lain yaitu perawatan beton yang baik.

Beton yang bermutu baik, tentu akan memiliki banyak kelebihan, di antaranya mempunyai kuat tekan yang tinggi, tahan terhadap pengkaratan atau pembusukan oleh kondisi lingkungan, tahan aus, dan tahan terhadap cuaca (panas, dingin, sinar matahari, ataupun hujan).

Beton disebut sebagai material komposit karena sifatnya yang sangat bergantung pada sifat unsur-unsur penyusun. Dalam proses pembuatan beton, semen memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk matriks komposit berupa pasta semen/grout, adukan semen/mortar, dan beton. Semen merupakan salah satu bahan penyusun beton yang bersifat sebagai pengikat agregat pada campuran beton. Untuk lebih mudahnya, dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 2. Unsur-Unsur Pembuat Beton (Sumber: Teknologi Beton, 2007)

Kadang-kadang, beton masih diberi bahan tambahan yang sangat bervariasi mulai dari bahan kimia pembantu (chemical admixture), serat, sampai bahan buangan non-kimia dengan perbandingan tertentu saat masih berupa beton segar (fresh concrete) atau beton keras. Penambahan zat-zat kimia atau mineral tambahan ini diharapkan dapat mengubah performa dan sifat-sifat campuran beton sesuai dengan kondisi dan tujuan yang diinginkan.

Apabila proses pembuatan beton dilakukan secara baik dan benar maka beton yang dihasilkan akan berkualitas baik pula. Karakteristik dari beton yang baik antara lain:

  1. Homogen, artinya semua bahan tercampur dengan baik dan tidak mengalami segregasi (pemisahan bahan-bahan penyusun);
  2. Strenght, artinya sebuah beton mempunyai kekuatan seperti yang kita rencanakan. Kelebihan maupun kekurangan keuatan menunjukkan bahwa ada kesalahan yang kita lakukan. Baik pada pemilihan bahan, pengaturan komposisi, pencampuran maupun perawatan beton;
  3. Durable, keawetan beton juga minimal sesuai dengan apa yang direncanakan. Biasanya beton mempunyai daya awet hingga 40-50 tahun. Setidaknya beton yang sudah berumur 40 tahun sudah diganti. Karena kekuatannya akan menurun secara perlahan yang dikhawatirkan akan mempengaruhi pembagian beban terhadap struktur bangunan.
  4. Economic, harga yang ekonomis bukan berarti harganya murah. Ekonomis berarti pelaksanaan dan pemakaian beton memenuhi standar efisiensi dan efektivitas pekerjaan. Kebanyakan akan menyangkut masalah biaya. Jadi wajar jika beton mempunyai harga yang lebih murah dibanding bahan konstruksi lainnya.

Beton memiliki kuat tekan yang besar namun kuat tariknya kecil. Untuk itu, penggunaan beton pada suatu struktur bangunan selalu dikombinasikan dengan tulangan baja agar memperoleh kinerja beton yang tinggi. Beton yang telah ditambah dengan tulangan baja disebut sebagai beton bertulang (reinforced concrete) dan apabila ditambah lagi dengan baja prategang akan menghasilkan beton pratekan (prestressed concrete).

Keunggulan dan Kelemahan dari Beton

Pemakaian beton sebagai material konstruksi semakin meningkat, mulai dari bangunan rumah sederhana sampai dengan pemanfaatannya pada proyek konstruksi. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa struktur beton memiliki banyak keunggulan dibanding material konstruksi yang lain. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa material beton juga memiliki beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan. Beberapa keunggulan dan kelemahan dari material beton diuraikan sebagai berikut:

No. Keunggulan Kelemahan
1 Mudah diproduksi karena dapat dibuat dari bahan‐bahan lokal, seperti batu pecah/kerikil, pasir, air dan semen. Berbeda halnya dengan struktur baja yang harus dibuat di pabrik dan terkadang membutuhkan impor. Waktu pengerjaan beton bertulang lebih lama.
2 Ekonomis karena terbuat dari bahan-bahan lokal maka harganya relatif murah jika dibandingkan dengan baja. Memerlukan cetakan/bekisting penahan pada saat pengecoran sampai beton mengeras. Biaya bekisting relatif mahal, kurang lebih ⅓ sampai ⅔ dari total biaya pembuatan struktur beton.
3 Pengangkutan bahan pembuat beton tergolong mudah karena masing-masing material bisa diangkut secara terpisah. Tidak demikian dengan struktur baja yang mana pengangkutan menjadi masalah tersendiri apabila lokasi proyek berada di tempat yang sulit dijangkau. Struktur beton berdimensi besar karena berkekuatan rendah per unit volume sehingga sulit untuk dipindahkan. Berbanding terbalik dengan struktur baja yang tinggal melepas sambungannya saja.
4 Memiliki kekuatan tekan yang tinggi dibanding material lain. Mempunyai kuat tarik yang kecil (9-15% dari kuat tekannya) sehingga memerlukan baja tulangan untuk menahan gaya tarik.
5 Lebih tahan terhadap api dan air sehingga cukup aman apabila terjadi kebakaran gedung atau banjir, minimal masih memberi kesempatan kepada penghuni bangunan untuk menyelamatkan diri. Berbeda halnya dengan struktur kayu yang cepat terbakar dan mudah hanyut bila terjadi banjir. Beton bersifat getas pada beban puncak, sehingga tidak tahan terhadap gempa. Untuk itu, material beton harus diberi kekangan melalui pemasangan penulangan khusus yang dihitung dan didetail secara saksama sehingga dapat menghasilkan perilaku struktur yang bersifat daktail/tidak getas.
6 Dapat dicetak dengan bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan struktur bangunan, misalnya balok, kolom, pelat, cangkang, dan sebagainya. Proses penuangan dan perawatan beton tidak bisa kontrol dengan ketepatan maksimal, berbeda dengan proses produksi material struktur lain.
7 Dapat diproduksi dengan berbagai cara sesuai situasi sekitar dan pembuatannya tidak memerlukan tenaga kerja yang dilatih khusus, kecuali beberapa pengawas yang sudah mempelajari teknologi beton. Kualitas beton sangat tergantung pada cara pelaksanaan di lapangan sehingga membutuhkan ketelitian yang tinggi dalam pengerjaannya.
8 Beton bisa digunakan pada berbagai struktur, seperti fondasi, jalan, bendungan, dan lain sebagainya. Karakteristik beton bervariasi sesuai dengan proporsi campuran dan proses pencampuran bahan.
9 Beton bertulang bisa dipakai untuk struktur konstruksi yang lebih berat, misalnya konstruksi gedung, jembatan, landasan pacu pada bandar udara, dan lain-lain. Beton sulit untuk kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat dimasuki air, dan air yang membawa kandungan garam dapat merusak beton.
10 Perawatan yang mudah dengan biaya pemeliharaan yang rendah karena beton lebih tahan karat, dengan catatan kondisi besi tulangan harus berada pada posisi yang benar di dalam beton. Berbeda halnya dengan struktur baja yang tidak tahan karat sehingga perlu dicat. Pada beton bertulang, besi tulangan mudah berkarat walaupun tidak separah struktur baja.
11 Umur bangunan lebih lama. Volumenya berubah sejalan dengan waktu akibat adanya susut dan rangkak.

Bentuk Mitigasi Risiko terhadap Degradasi Mutu Beton

Setiap material bangunan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu pula dengan beton yang ternyata memiliki banyak kelemahan. Permasalahan-permasalahan yang sering terjadi pada pekerjaan beton dapat dimitigasi jika kita sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghasilkan beton yang berkualitas. Untuk itu, perencanaan bangunan konstruksi sebaiknya diserahkan kepada seorang ahli struktur atau perencana bangunan yang kompeten di bidangnya agar dapat dilakukan perhitungan struktur dengan benar, mulai dari perhitungan struktur fondasi, kolom, balok, pelat, dan bagian-bagian struktur lainnya. Bentuk mitigasi risiko pada tahap pelaksanaan dapat dilakukan dengan pengawasan yang ketat. Pembuatan beton perlu terus diawasi oleh seorang pengawas yang memahami tentang teknologi beton agar dapat menghasilkan konstruksi bangunan yang kuat dan kokoh, namun ekonomis dari segi biaya.

Dengan konsep perencanaan yang tepat, cara pelaksanaan yang benar, dan sistem pengawasan yang efektif, tentunya akan berpengaruh terhadap nilai mutu beton, serta dapat meminimalisir risiko kegagalan bangunan akibat kegagalan desain. Dampak positif bagi para pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi, yaitu dapat mencegah atau mengurangi timbulnya sengketa konstruksi yang berpotensi mendorong terjadinya tindak pidana korupsi.

Sekian, semoga bermanfaat.

Referensi:

Nugraha, Paul dan Antoni, Teknologi Beton dari Material, Pembuatan, ke Beton Kinerja Tinggi, Andi, Juli 2007.

Ahadi, Kelebihan dan Kekurangan Beton sebagai Material Bangunan, https://www.ilmusipil.com/kelebihan-dan-kekurangan-beton-sebagai-material-bangunan, 13 Desember 2009, diakses pada 5 Februari 2021 pukul 21.00.

Kelebihan dan Kekurangan Beton pada Konstruksi, https://kontruksibangunan-kb1.blogspot.com/2013/03/kelebihan-dan-kekurangan-beton-pada-konstruksi.html, 2013, diakses pada 5 Februari 2021 pukul 22.00.

Savitri, Fivien Nur, Mengatasi Kelemahan Material Beton Agar Bangunan Tetap Kuat Dan Tahan Gempa, https://www.itb.ac.id/berita/detail/56541/mengatasi-kelemahan-material-beton-agar-bangunan-tetap-kuat-dan-tahan-gempa, 14 Februari 2018, diakses pada 5 Februari 2021 pukul 22.00.

Hukum Klik, Kegagalan Bangunan di dalam UU Jasa Konstruksi, https://hukumclick.wordpress.com/2019/01/22/kegagalan-bangunan-di-dalam-uu-jasa-kontruksi/, 22 Januari 2019, diakses pada 6 Februari 2021 pukul 00:03.

Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Pemerintah Siapkan Anggaran Infrastruktur Rp417,8 Triliun untuk Tahun 2021, https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/pemerintah-siapkan-anggaran-infrastruktur-rp417-8-triliun-untuk-tahun-2021/, 17 November 2020, diakses pada 6 Februari 2021 pukul 15:00.

Yanwardhana, Emir, Di Depan Jokowi, Basuki ‘Pede’ Lelang Dini PUPR Tuntas Maret, https://www.cnbcindonesia.com/news/20210115111204-4-216232/di-depan-jokowi-basuki-pede-lelang-dini-pupr-tuntas-maret, 15 Januari 2021, diakses pada 6 Februari 2021 pukul 15:58.

Presiden Jokowi : Lelang Dini Akan Meningkatkan Kualitas Pembangunan Infrastruktur, Buletin Konstruksi Edisi 1 Tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, 2020.

3 Megaproyek Infrastruktur Jokowi yang Berhasil Selesai, https://www.liputan6.com/news/read/4143202/3-megaproyek-infrastruktur-jokowi-yang-berhasil-selesai, 28 Desember 2019, diakses pada 6 Februari 2021 pukul 18:30.

Silahkan Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Avatar photo
Humas Vendor Indonesia

2 Comments

  1. Terimkasih atas ilmunya yang sangat bagus mbak Farrah Liputo saya menunggu tulisan2 lainya, Semangaattt

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 57 = 60