Panduan Lengkap Untuk Vendor Menghitung TKDN Dalam Melakukan Penawaran Tender

TKDN atau Tingkat KomponenDalam Negeri merupakan salah satu faktor penting dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. TKDN sendiri merupakan persentase nilai total komponen barang atau jasa yang diproduksi di dalam negeri.

Bagi vendor, TKDN sangat penting karena dapat menjadi faktor penentu dalam memenangkan tender. Oleh karena itu, penting bagi vendor untuk memahami bagaimana menghitung TKDN dengan benar dan tepat sehingga dapat meningkatkan peluang untuk memenangkan tender.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap untuk vendor menghitung TKDN dalam melakukan penawaran tender.

Cara Menghitung TKDN

Definisikan Komponen Barang atau Jasa

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam menghitung TKDN adalah mendefinisikan komponen barang atau jasa yang akan ditawarkan dalam tender. Vendor harus mengetahui secara pasti komponen-komponen yang akan digunakan dalam produk atau jasa yang akan ditawarkan. Hal ini sangat penting karena komponen-komponen inilah yang akan digunakan dalam menghitung TKDN.

Identifikasi Asal Negara Komponen

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi asal negara komponen tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah komponen tersebut diproduksi di dalam negeri atau di impor dari luar negeri. Jika komponen tersebut diproduksi di dalam negeri, maka nilai TKDN akan meningkat. Sebaliknya, jika komponen tersebut diimpor dari luar negeri, nilai TKDN akan menurun.

Hitung Nilai TKDN

Setelah mengetahui asal negara komponen, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai TKDN. Nilai TKDN dihitung dengan cara membandingkan total nilai komponen yang diproduksi di dalam negeri dengan total nilai komponen keseluruhan. Rumus untuk menghitung TKDN adalah sebagai berikut:

TKDN = (Total nilai komponen yang diproduksi di dalam negeri / Total nilai komponen keseluruhan) x 100%

Contoh:

Sebuah perusahaan akan mengikuti tender pengadaan kendaraan dinas. Dalam produk kendaraan dinas tersebut terdapat beberapa komponen, yaitu mesin, roda, kaca depan, dan aki. Berikut ini adalah asal negara dari masing-masing komponen:

  • Mesin: Diproduksi di dalam negeri
  • Roda: Diproduksi di dalam negeri
  • Kaca depan: Diimpor dari Jepang
  • Aki: Diproduksi di dalam negeri

Total nilai komponen keseluruhan adalah Rp 500 juta. Berikut ini adalah perhitungan TKDN untuk produk kendaraan dinas tersebut:

Total nilai komponen yang diproduksi di dalam negeri = Rp 400 juta (mesin + roda + aki)
TKDN = (Rp 400 juta / Rp 500 juta) x 100% = 80%

Dari perhitungan seperti contoh di atas, TKDN produk kendaraan dinas tersebut adalah 80%. Artinya, 80% dari total nilai komponen yang digunakan dalam produk tersebut diproduksi di dalam negeri.

Tips Meningkatkan Nilai TKDN Dalam Penawaran

Perhatikan Persyaratan TKDN dalam Tender

Langkah selanjutnya adalah memperhatikan persyaratan TKDN dalam tender yang akan diikuti. Setiap tender memiliki persyaratan TKDN yang berbeda-beda, tergantung pada jenis barang atau jasa yang akan dibeli. Oleh karena itu, vendor harus memahami persyaratan TKDN yang berlaku dalam tender tersebut.

Dalam beberapa kasus, pemerintah dapat memberikan insentif atau bonus poin kepada vendor yang memiliki TKDN di atas persyaratan yang ditetapkan. Oleh karena itu, vendor harus berusaha untuk memenuhi atau bahkan melebihi persyaratan TKDN dalam tender tersebut.

Manfaatkan Produk Lokal

Salah satu cara untuk meningkatkan TKDN adalah dengan menggunakan produk lokal. Produk lokal memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi daripada produk impor. Oleh karena itu, vendor dapat mempertimbangkan penggunaan produk lokal dalam produk atau jasa yang ditawarkan dalam tender.

Dalam beberapa kasus, pemerintah dapat memberikan insentif atau bonus poin kepada vendor yang menggunakan produk lokal dalam produk atau jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu, vendor harus berusaha untuk menggunakan produk lokal sebanyak mungkin dalam produk atau jasa yang ditawarkan dalam tender.

Bermitra dengan Pemasok Lokal

Jika vendor kesulitan untuk menemukan produk lokal yang sesuai dengan kebutuhan, vendor dapat mencari pemasok lokal yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan bermitra dengan pemasok lokal, vendor dapat meningkatkan TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan dalam tender.

Cari Tahu Jenis Produk yang Mendapatkan Insentif TKDN

Pemerintah memberikan insentif atau bonus poin kepada vendor yang memiliki TKDN di atas persyaratan yang ditetapkan. Oleh karena itu, vendor harus mencari tahu jenis produk atau jasa yang mendapatkan insentif TKDN.

Beberapa jenis produk atau jasa yang mendapatkan insentif TKDN antara lain produk pertanian, perikanan, perkebunan, dan industri kreatif. Vendor dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan produk atau jasa dalam sektor-sektor tersebut untuk meningkatkan peluang memenangkan tender.

Berinovasi dalam Produksi

Vendor juga dapat meningkatkan TKDN dengan melakukan inovasi dalam produksi. Dengan melakukan inovasi, vendor dapat menghasilkan komponen-komponen yang sebelumnya diimpor dari luar negeri di dalam negeri. Hal ini akan meningkatkan nilai TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan.

Gunakan Sertifikasi Produk Lokal

Sertifikasi produk lokal dapat meningkatkan nilai TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, vendor harus memastikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan telah memiliki sertifikasi produk lokal.

Lakukan Perhitungan TKDN Secara Berkala

Terakhir, vendor harus melakukan perhitungan TKDN secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa nilai TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan selalu memenuhi persyaratan yang berlaku dalam tender. Vendor harus memantau perubahan dalam persyaratan TKDN dan memperbaharui perhitungan TKDN secara berkala.

Jika nilai TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan telah berubah, vendor harus segera melakukan tindakan perbaikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa nilai TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan tetap memenuhi persyaratan yang berlaku dalam tender.

Studi Kasus Untuk Nilai TKDN Rendah

Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang cara menghitung nilai TKDN dalam sebuah produk, berikut adalah contoh studi kasus mengenai kendaraan dinas.

Misalkan ada sebuah tender untuk pengadaan kendaraan dinas bagi sebuah perusahaan yang berlokasi di Indonesia. Dalam persyaratan tender tersebut, terdapat syarat bahwa nilai TKDN kendaraan harus mencapai minimal 60%.

Langkah pertama dalam menghitung TKDN adalah mengetahui komponen-komponen apa saja yang menjadi bagian dari kendaraan tersebut. Dalam kasus ini, kendaraan dinas terdiri dari beberapa komponen, seperti mesin, transmisi, suspensi, sistem pengereman, sistem kelistrikan, sistem pendingin, dan bodi kendaraan.

Langkah selanjutnya adalah mengetahui asal negara atau daerah asal dari setiap komponen tersebut. Misalkan mesin kendaraan tersebut diimpor dari Jepang, transmisi dari Korea Selatan, suspensi dari Amerika Serikat, sistem pengereman dari Prancis, sistem kelistrikan dari Indonesia, sistem pendingin dari Malaysia, dan bodi kendaraan dari Indonesia.

Setelah mengetahui asal negara atau daerah asal dari setiap komponen, langkah berikutnya adalah menghitung nilai TKDN dari setiap komponen tersebut. Nilai TKDN dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Nilai TKDN = (Harga Komponen Lokal / Harga Total Komponen) x 100%

Harga komponen lokal adalah harga dari komponen yang diproduksi di Indonesia atau diimpor dari negara ASEAN yang menjadi bagian dari TKDN. Sedangkan harga total komponen adalah total harga dari semua komponen yang ada di kendaraan.

Misalkan harga mesin lokal adalah Rp 50 juta, harga transmisi lokal adalah Rp 20 juta, harga suspensi lokal adalah Rp 15 juta, harga sistem pengereman lokal adalah Rp 10 juta, harga sistem kelistrikan lokal adalah Rp 5 juta, harga sistem pendingin lokal adalah Rp 8 juta, dan harga bodi kendaraan lokal adalah Rp 60 juta. Sedangkan harga total dari semua komponen adalah Rp 200 juta.

Dengan rumus di atas, maka nilai TKDN dari mesin dapat dihitung sebagai berikut:

  • Nilai TKDN Mesin = (Harga Mesin Lokal / Harga Total Komponen) x 100%
    = (Rp 50 juta / Rp 200 juta) x 100%
    = 25%

Demikian pula, nilai TKDN dari komponen lainnya dapat dihitung sebagai berikut:

  • Nilai TKDN Transmisi = (Harga Transmisi Lokal / Harga Total Komponen) x 100%
    = (Rp 0 / Rp 200 juta) x 100%
    = 0%
  • Nilai TKDN Suspensi = (Harga Suspensi Lokal / Harga Total Komponen) x 100%
    = (Rp 0 / Rp 200 juta) x 100%
    = 0%
  • Nilai TKDN Sistem Pengereman = (Harga Sistem Pengereman Lokal / Harga Total Komponen) x 100%
    = (Rp 0 / Rp 200 juta) x 100%
    = 0
  • Nilai TKDN Sistem Kelistrikan = (Harga Sistem Kelistrikan Lokal / Harga Total Komponen) x 100%
    = (Rp 5 juta / Rp 200 juta) x 100%
    = 2.5%
  • Nilai TKDN Sistem Pendingin = (Harga Sistem Pendingin Lokal / Harga Total Komponen) x 100%
    = (Rp 0 / Rp 200 juta) x 100%
    = 0%
  • Nilai TKDN Bodi Kendaraan = (Harga Bodi Kendaraan Lokal / Harga Total Komponen) x 100%
    = (Rp 60 juta / Rp 200 juta) x 100%
    = 30%

Dari perhitungan di atas, diketahui bahwa nilai TKDN dari kendaraan dinas tersebut adalah:

  • Nilai TKDN = 25% + 0% + 0% + 0% + 2.5% + 0% + 30%
    = 57.5%

Dari hasil tersebut, nilai TKDN kendaraan dinas masih belum mencapai target minimal yang ditetapkan dalam persyaratan tender, yaitu 60%. Oleh karena itu, jika vendor ingin memenangkan tender tersebut, maka harus mempertimbangkan untuk mengganti beberapa komponen yang belum mencapai target TKDN dengan komponen lokal.

Selain mengganti komponen, vendor juga dapat meningkatkan nilai TKDN dengan cara meningkatkan persentase lokal content dari setiap komponen. Misalkan vendor dapat memperoleh bahan baku dari dalam negeri atau memproduksi sendiri beberapa komponen tertentu, sehingga dapat meningkatkan persentase lokal content dari komponen tersebut.

Dalam melakukan penawaran tender, nilai TKDN menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan oleh vendor. Dalam menghitung TKDN, vendor harus memahami terlebih dahulu komponen-komponen yang ada dalam produk yang ditawarkan dan asal negara atau daerah asal dari setiap komponen tersebut. Setelah itu, vendor dapat menghitung nilai TKDN dari setiap komponen dan menghitung nilai TKDN keseluruhan dari produk.

Dalam meningkatkan nilai TKDN, vendor dapat melakukan beberapa cara, seperti mengganti komponen yang tidak mencapai target TKDN dengan komponen lokal, serta meningkatkan persentase lokal content dari setiap komponen. Hal ini tidak hanya dapat meningkatkan nilai TKDN, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing produk vendor di pasar dalam negeri maupun internasional. Oleh karena itu, sangat penting bagi vendor untuk memahami cara menghitung nilai TKDN dan melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan nilai TKDN dari produk yang ditawarkan.

Kesimpulan

Menghitung TKDN dalam melakukan penawaran tender adalah hal yang penting bagi vendor. Nilai TKDN yang tinggi dapat meningkatkan peluang vendor untuk memenangkan tender. Oleh karena itu, vendor harus memahami cara menghitung TKDN dan bagaimana meningkatkan nilai TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh vendor untuk meningkatkan nilai TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan, seperti memperhatikan persyaratan TKDN dalam tender, memanfaatkan produk lokal, bermitra dengan pemasok lokal, mencari tahu jenis produk yang mendapatkan insentif TKDN, berinovasi dalam produksi, menggunakan sertifikasi produk lokal, dan melakukan perhitungan TKDN secara berkala.

Dengan melakukan langkah-langkah ini, vendor dapat meningkatkan peluang untuk memenangkan tender dan juga berkontribusi dalam pengembangan industri di dalam negeri. Oleh karena itu, vendor harus memperhatikan TKDN dalam melakukan penawaran tender dan selalu berusaha untuk meningkatkan nilai TKDN dalam produk atau jasa yang ditawarkan.

 

Silahkan Bagikan Artikel Ini Jika Bermanfaat
Avatar photo
Humas Vendor Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 2 =